Sorong, 24 Agustus 2026 – Mahasiswa Program Studi Peternakan Universitas Pendidikan Muhammadiyah (UNIMUDA) Sorong mengikuti Short Course Pelatihan Pupuk dan Kompos Berdasarkan Standar Organik SNI 6729:2025 yang diselenggarakan oleh PT Iskol Agridaya Internasional secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Senin (24/08/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang pertanian organik dan pertanian berkelanjutan.
Mahasiswa Program Studi Peternakan yang mengikuti kegiatan ini yaitu Reza Ayu Puspitasari, Meri Indriyanti Klagumut, dan Muh. Ramadhan Abdul Reja Santika. Pelatihan menghadirkan Bapak Gilang sebagai narasumber yang memberikan materi terkait prinsip-prinsip pertanian organik, pemupukan berimbang, pengelolaan pH tanah, pembuatan kompos, serta pembuatan pupuk organik cair (POC).
Pada sesi materi mengenai prinsip pertanian organik, peserta memperoleh pemahaman bahwa penerapan sistem pertanian organik di Indonesia harus mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 6729 dan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 64 Tahun 2013. Standar tersebut menjadi pedoman dalam menjaga kualitas, kemurnian, serta keamanan produk organik. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya sertifikasi organik sebagai bentuk jaminan bahwa proses produksi telah memenuhi ketentuan yang berlaku dan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dihasilkan.
Materi juga membahas berbagai bahan yang diperbolehkan maupun yang dibatasi penggunaannya dalam sistem pertanian organik. Penggunaan organisme hasil rekayasa genetika (Genetically Modified Organism/GMO) tidak diperkenankan dalam sistem organik. Sementara itu, penggunaan bahan mineral seperti dolomit, fosfat alam, gypsum, dan mineral alami lainnya harus memperhatikan persyaratan serta batas penggunaan sesuai standar yang berlaku.
Pada materi pemupukan berimbang, narasumber menjelaskan pentingnya penerapan prinsip 5T, yaitu tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat. Prinsip tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk sekaligus memastikan kebutuhan unsur hara tanaman terpenuhi secara optimal. Melalui penerapan pemupukan yang tepat, pertumbuhan tanaman dapat berlangsung lebih baik serta mendukung peningkatan produktivitas secara berkelanjutan.
Selain materi teori, peserta juga memperoleh pengetahuan praktis mengenai pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar. Dalam pelatihan dijelaskan bahwa daun hijau, khususnya tanaman leguminosa, dapat dimanfaatkan sebagai sumber nitrogen (N), sedangkan limbah sayuran, daun, dan kulit buah berpotensi menjadi sumber kalium (K). Sementara itu, cangkang telur dan tulang hewan dapat dimanfaatkan sebagai sumber kalsium (Ca), serta sekam padi dan rerumputan tertentu sebagai sumber silika (Si).
Praktik pembuatan POC menggunakan bahan berupa 10 kg pupuk kandang, 5 kg daun hijau leguminosa, 1 kg sabut kelapa, 2 kg bonggol pisang, dan 0,5 kg dolomit. Seluruh bahan dicacah hingga berukuran kecil, kemudian dicampur secara merata dan dimasukkan ke dalam karung berpori. Karung tersebut selanjutnya ditempatkan dalam drum berkapasitas 200 liter, diberi pemberat, dan ditutup rapat untuk proses fermentasi.
Proses fermentasi dilakukan selama kurang lebih enam minggu dengan pengadukan satu kali setiap minggu. Setelah cairan berubah warna menjadi hitam kecokelatan, POC dinyatakan siap digunakan. Sebelum diaplikasikan, satu liter POC diencerkan menjadi sepuluh liter larutan. POC tersebut direkomendasikan untuk tanaman hortikultura berumur pendek seperti caisim, pakcoy, selada, dan bayam.
Selain mempelajari teknik pembuatan pupuk organik, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya bahan organik dalam menjaga kesuburan tanah. Pemanfaatan pupuk kandang, kompos, mulsa, dan limbah organik dinilai mampu meningkatkan kandungan bahan organik tanah sehingga mendukung aktivitas mikroorganisme yang berperan dalam menjaga produktivitas lahan secara berkelanjutan.
Salah satu peserta dari Program Studi Peternakan, Ramadhan, menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan wawasan baru mengenai pengelolaan pupuk organik yang sesuai standar nasional.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan yang aplikatif mengenai pembuatan pupuk organik sesuai standar. Materi yang disampaikan mudah dipahami dan dapat diterapkan secara langsung untuk mendukung kegiatan pertanian dan peternakan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Program Studi Peternakan UNIMUDA Sorong diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan sumber daya lokal untuk menghasilkan pupuk organik yang berkualitas. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat menjadi bekal dalam mendukung pengembangan sektor peternakan dan pertanian yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
(Program Studi Peternakan UNIMUDA Sorong)